Rabu, 06 Mei 2009

sepatu merah dan lampu-lampu di arrowfield

Dia terlihat begitu mempesona dengan rambut hitam kecokelat2annya. Gayanya yang penuh kelas, menjelaskan dari kalangan mana dia berasal. Badannya yang tinggi dan cukup langsing menjadi nilai tambah buatnya. Matanya yang indah menjadi daya tarik bagi kaum pria. Nona ini bernama miss Elizabeth Widesmile. Dia berdiri tepat membelakangi hiasan lampu warna warni dengan wajah yang sumringah. Saya menatapnya dengan seksama dari balik lensa kamera. Dia mempunyai kepribadian yang menarik, menurut saya. Sekali lagi dia meninggalkan sebuah pertanyaan. Nona widesmile hanya tersenyum dan berlalu dengan cepat. Hampir dia terjatuh saat tersandung sebuah kabel yang melintas di jalan. "Hati-hati nona" saya berseru. Senang sekali bisa bertemu dengan seorang nona yang penuh dengan kepribadian yang menarik. Hanya saja, saya adalah seorang muda dari kalangan menengah kebawah. Ya, kami jelas berbeda kelas. Namun setidaknya saya punya beberapa hal yang bisa menjadi daya tarik baginya. Saat itu kami berjalan-jalan di sebuah taman yang bernama arrowfield. Para pedagang menawarkan sejumlah barang2 seperti balon dan juga ada minuman ringan. Kami sama-sama menyukai anak kecil. Dan kebetulan saat itu banyak anak kecil sedang bermain. Lalu kami kembali bercerita tentang kehidupan kami masing-masing. Dia banyak menceritakan tentang kesukaannya dengan makanan, gaya berpakaian, musik, dan beberapa hal tentang keluarga. Senang rasanya bisa berbicara dengannya. Namun sudah lama sekali sejak saat itu saya tidak bisa menemui nona widesmile lagi. Ada apa dengannya sekarang ini? Kami sibuk dengan kehidupan kami masing-masing. Ah, saya lupa memperkenalkan diri rupanya. Saya Look Skytalker, pemuda biasa yang berharap jadi seorang jedi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar